Tips Cara Membuat Business Plan untuk Sukses
Sayang disayangkan memang masih banyak orang yang tidak begitu peduli dengan yang namanya business plan guna memulai sebuah bisnis yang mereka rasa yakin. Bahkan yang sangat disayangkan lagi ketika seseorang mengatakan bahwa sebuah rencana bisnis tidak ada gunanya dan buang-buang waktu saja untuk membuatnya.
Jika dilihat sekilas bisa saja muncul pemikiran bahwa membuat sebuah business plan itu tidak berguna, sangat panjang serta rumit. Padahal pada faktanya business plan di dalam sebuah usaha adalah hal yang urgen. Sekecil apapun usaha Anda tersebut, semuanya butuh perencanaan yang matang – tidak terkecuali.
Namun sering kali banyak orang berpikir bahwa bisnis bisa dikelola dengan modal semangat semata. Orang ini biasanya sangat ingin punya usaha tetapi tidak mau membuat business plan. Namun yang perlu diingat oleh mereka yang menganggap sebuah business plan tidak perlu adalah mereka yang sudah punya perencanaan yang baik saja serta menjalankannya sesuai dengan proses masih ada yang gagal.
Memang dalam sebuah bisnis kita tidak dapat berharap jika proses yang ada akan berjalan dengan mulus. Terutama jika pengelolaan bisnis yang kita lakoni tanpa business plan yang baik. Untuk mengelola bisnis tentu perlu rambu-rambu bisnis, karena tahukah Anda bahwa mereka yang tidak mengikuti kaidah-kaidah bisnis sering kali malah gagal.
Cara Membuat Business Plan
Cara membuat business plan yang pertama kali adalah mengenali lebih dahulu dimana posisi kita berada, tujuan kita, mengapa ingin ke sana, dan apa yang ingin dicapai. Ukuran-ukuran ini sangat penting guna mencapai tujuan yang kita targetkan tersebut. Di sinilah diperlukan yang namanya strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Nah untuk mencapai tujuan tersebut tidak harus dengan sarana yang sama.
Berikut beberapa manfaat membuat business plan untuk memulai sebuah usaha:
- Perencanaan berfungsi untuk menyusun secara sistematis yang bisa menjadi sarana komunikasi untuk semua pihak penyelenggara.
- Business plan tersebut dapat menjadi dasar pengaturan untuk alokasi sumberdaya.
- Business plan bisa berfungsi sebagai alat pendorong untuk para pelaku bisnis guna melihat ke depan dan menyadari tentang variabel waktu.
- Pegangan dan tolak ukur yang berfungsi sebagai ukuran pengendalian.
Setidaknya beberapa poin berikut akan membantu Anda untuk membuat business plan dengan konsep PDCA atau Plan, Do, Check, dan Action:
- PLAN adalah tahap untuk mengembangkan sebuah gagasan yang sudah kita tuangkan di dalam sebuah perencanaan.
- DO adalah implementasi dari rencana bisnis yang sudah kita buat.
- CHECK adalah evaluasi dari implementasi yang sudah kita lakukan tersebut.
- ACTION adalah saat untuk melaksanakan hasil evaluasi tersebut sehingga akan terjadi sebuah perkembangan atau improvement yang tentunya jauh lebih baik daripada sebelumnya.
Namun poin-poin di atas tentu tidak lengkap pula jika tanpa disertai dengan visi, misi, dan nilai-nilai dari perusahaan tersebut untuk dijunjung. Sebagai contoh Anda menginginkan usaha yang bersifat jujur, excellent, dan sebagainya. Ini merupakan hal yang akan membangun jiwa perusahaan sehingga lebih punya ‘kepribadian’ dan lebih dikenal. Beberapa poin berikut sebaiknya dimasukkan ketika membuat business plan:
- Visi dan Misi
- Nilai-nilai Perusahaan
- Sasaran
- Strategi
- Proyeksi Keuangan
- Inisiatif dan Rencana Tindakan
- Rencana Kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM)
- Struktur Organisasi
Nah, dengan menerapkan untuk membuat business plan maka Anda bisa menjadi lebih sukses meraih tujuan bisnis. Business plan menjadi sebuah fokus untuk kita agar bisa tetap dalam jalurnya menuju tujuan kita.
