Pengembangan Profesi dan Karir Sesuai Potensi Diri
Dunia pendidikan Indonesia setiap tahunnya punya ribuan lulusan sarjana, namun sayang tidak semua terserap oleh dunia kerja. Ada banyak orang yang bekerja namun sungguh sayang pula bahwa banyak orang yang bekerja secara terpaksa tidak sesuai dengan bidangnya. Meskipun tidak sesuai dengan potensi diri mau tak mau harus menerima pekerjaan tersebut -daripada tidak bekerja?
Sebagai contoh, ada sarjana dari jurusan teknik nuklir malah ‘banting setir’ ke dunia televisi, ada sarjana sastra yang akhirnya malah bekerja di pabrik pengolahan besi dan yang sungguh tragis malah sarjana pendidikan yang menjadi seorang supir taksi. Sementara itu mereka yang hanya lulusan SD dapat menjadi pemilik perusahaan. Namun itulah yang sering terjadi di negeri tercinta kita ini.
Jika dilihat dari sudut pandang konvensional maka sudah seharusnya semakin tinggi pendidikan formal seseorang tentu menjamin kemapanan yang dia miliki. Tingkat pendidikan seseorang tentunya menentukan seberapa profesional pekerjaan yang dia dapat dan cara dia bekerja. Seharusnya seperti itu. Namun…
Perlu diketahui bahwa profesi merupakan status pekerjaan seseorang yang berhubungan dengan keahlian yang dia miliki. Jadi belum tentu keahlian didasarkan pada ijazah yang dia terima secara formal. Keahlian bisa diperoleh dari hasil pembelajaran secara otodidak apakah melalui hobi atau pun kursus tambahan.
Tidak masalah sebenarnya jika pekerjaan Anda tidak sesuai dengan jurusan demi memenuhi kebutuhan hidup. Namun sangat disayangkan jika pengembangan profesi terpaksa harus mengubur hasrat dan potensi diri yang dimiliki. Jadi kalau begini, kita harus bagaimana? Jawabannya bergantung pada pilihan Anda sendiri. Namun setidaknya mari kita pikirkan beberapa hal terkait pengembangan profesi dan karir sesuai potensi diri.
Pengembangan Profesi dan Karir
Setidaknya beberapa poin berikut akan membantu Anda untuk melakukan pengembangan profesi dan karir berdasarkan potensi diri:
- Jujur kepada diri sendiri
Jujur kepada diri sendiri adalah kunci utama untuk penentuan pengembangan profesi dan karir. Introspeksi diri apa yang sebenarnya sedang Anda cari – uang, pengalaman kerja, jaminan masa depan atau yang lainnya? Dari sini Anda bisa melakukan analisis terhadap potensi diri yang Anda miliki. Anda dapat pula bertanya kepada diri sendiri apa hobi yang Anda punya? Tahukah Anda bahwa banyak pengusaha sukses berawal dari hobinya. - Memperluas jaringan kerja
Punya jaringan atau networking yang luas turut membantu Anda untuk mengembangkan profesi dan karir. Mengapa? Karena Anda punya kesempatan luas untuk direkomendasikan oleh banyak orang. Untuk itu, tidak salah untuk memperluas pertemanan Anda dengan berkenalan dengan orang baru yang potensial. Anda pun bisa memilih teman atau jaringan yang sesuai dengan minat Anda sehingga semakin memperluas wawasan yang Anda punya dan potensi Anda tentu semakin maksimal. - Pengalaman
Tidak dipungkiri bahwa pengalaman merupakan guru terbaik dalam hal pengembangan profesi dan karir. Biasanya orang yang dinilai akan punya kemampuan dalam satu bidang adalah mereka yang sudah merasakan ‘asam-garam’ dunia kerja di bidangnya. Untuk itu, pengembangan profesi dan karir tidak luput dari soal waktu sehingga butuh kesabaran dalam menjalaninya.Terima dan pikirkan pula berbagai saran dan kritik serta strategi yang diajukan oleh orang lain. Hal ini akan semakin menambah wawasan Anda mengenai profesi Anda karena tidak hanya mencakup pikiran Anda saja yang bisa saja terbatas.
Intinya adalah belajar dan belajar dan mengembangkan potensi yang ada. Dengan begitu Anda pun mengalami kemajuan untuk pengembangan profesi dan karir sesuai potensi diri. Selamat berjuang!
