Penuhi Kewajiban dengan Tips Memilih Calon Legislatif
Bisa dibilang salah satu profesi paling bikin ‘ngiler’ adalah menjadi anggota dewan legislatif. Anda tentu bisa melihat buktinya pada masa-masa pemilihan umum legislatif, maka banyak sekali orang yang tidak segan ‘mengekor’ pada partai politik yang bahkan baru dikenalnya demi iming-iming jabatan calon anggota legislatif.
Tidak heran melihat fenomena banyak masyarakat yang ingin menjadi seorang calon legislatif. Salah satu keuntungan yang diidamkan itu adalah selain punya kedudukan terhormat di kalangan masyarakat dia juga bisa berkeliling daerah dan bahkan ke luar negeri dengan gratis.
Belum lagi ditambah dengan gaji dan tunjangan, rumah dinas, mobil dinas, dan lainnya. Maka dari itu, tidak salah jika seseorang yang berhasil menjabat sebagai anggota dewan bisa kaya raya mendadak selama masa jabatannya 5 tahun tersebut. Itu belum lagi jika anggota dewan tersebut bisa menyisihkan sedikit demi sedikit uang rakyat demi kepentingan pribadi alias korupsi. Peluang untuk jadi kaya raya dan hidup mewah pun terbuka sangat lebar.
Apalagi ketika akan menjelang pemilihan umum legislatif maka tidak jarang kita melihat sosok yang tiba-tiba saja muncul sebagai pahlawan. Mereka mengumbar janji bahwa akan memperjuangkan aspirasi rakyat, walau sebelum-sebelumnya tidak pernah terlihat kiprahnya di kalangan masyarakat.
Ada lagi calon legislatif yang tiba-tiba saja memberikan sejumlah uang kepada masyarakat. Mereka kebanyakan memang tidak segan menghamburkan uang berpuluh-puluh juta demi jabatan sebagai calon legislatif.
Namun sayang seribu sayang ternyata tidak sedikit dari mereka yang gagal dalam pemilihan umum legislatif tersebut akhirnya menjadi stres bahkan gila. Tidak sedikit yang harus masuk rumah sakit jiwa!
Tips Memilih Calon Legislatif
Meski melihat fenomena seperti itu, namun bukan berarti kita menjadi antipati terhadap semua calon legislatif. Kita punya kewajiban untuk memenuhi pemilihan demi pemimpin kita juga, bukan? Tidak berarti semua calon legislatif buruk, asal kita tahu tips memilih calon legislatif yang benar.
- Jangan pilih karena uang
Yang pasti jangan pernah memilih calon legislatif karena uang yang diberikan olehnya. Hal tersebut sama saja dengan politik uang yang dilarang oleh Undang-Undang. Jadi tidak perlu memilih calon-calon yang menghambur-hamburkan uang. Justru hal tersebut akan melestarikan budaya korupsi, karena jika dia bisa mengeluarkan segitu banyak uang tentu dia berharap lebih lagi dari uang yang diberikannya. - Jangan pilih caleg yang gagal mengurus rumah tangga
Keluarga merupakan organisasi kecil yang mencerminkan sebagaimana bajik seseorang memimpin. Nah sebelum seseorang mampu mengurus organisasi yang lebih besar lagi baik masyarakat dan negara, tentu dia harus bisa berhasil mengurus keluarga dulu. Oleh karena itu jangan pernah memilih seorang calon legislatif yang tidak punya bukti konkret dalam skala kecil melalui keluarganya. Sebaliknya, pilih calon legislatif yang memang sudah terbukti punya keluarga harmonis dan menyayangi istri dan anaknya. - Jangan memilih calon legislatif yang jauh dari nilai-nilai agama
Bagaimanapun agama adalah norma tidak tertulis yang dapat mengikat seseorang untuk berlaku tidak pantas dan tidak baik. Jadi jika seseorang punya nilai keagamaan yang kuat, ini akan menjadi sebuah ‘rem’ baginya untuk berbuat sesuatu yang menyalahi aturan. Jadi, pilihlah caleg yang dekat dengan nilai agama dan mengaplikasikan dalam kehidupan pribadinya.
Tidak perlu apatis dulu. Dengan jeli melihat para calon legislatif, Anda setidaknya akan memenuhi kewajiban -lagipula pemilihan ini dari rakyat dan untuk rakyat. Anda menginginkan yang terbaik, bukan?
