Prestasi Kerja Guru Menurut Para Ahli
Anda yang bekerja sebagai karyawan tentu sudah tidak asing dengan istilah prestasi kerja karyawan, namun hal tersebut berbeda dalam hal konsep penilaian dengan prestasi kerja guru. Khususnya jika karyawan tersebut bergerak dalam bidang produksi dan pemasaran. Tidak ada ukuran prestasi yang spesifik bagi seorang guru.
Program sertifikat dari pemerintah sendiri belum berarti jaminan bahwa guru memang berprestasi atau hanya demi menambah penghasilan saja. Ini dikarenakan sertifikat bisa hanya simbolik saja dan merupakan pengumpulan dari berbagai sertifikat tanda ikut serta dari berbagai seminar. Ujian sertifikasi pun belum menjadi penentu bahwa seorang guru sudah memenuhi standar kelayakan guna memperoleh predikat guru berprestasi berdasarkan kompetensi.
Setidakknya mari kita mengenal 5 sifat dasar yang harus dipunya oleh seorang (calon) guru berprestasi. Berikut beberapa sifat tersebut:
- Komunikasi
Dalam pekerjaan mengajar, komunikasi merupakan hal utama dan pertama yang harus dimiliki oleh sang guru. Ini menyangkut hubungan antara guru dan murid dan bagaimana mereka akan saling memahami satu sama lain. Jika seorang siswa kurang mahir dalam suatu pelajaran, ini bisa terkait dengan kemampuan guru untuk berkomunikasi dengan siswa tersebut. Nah, untuk memperoleh kemampuan komunikasi tersebut maka salah satu syaratnya adalah mencintai pekerjaan mengajar. - Mendengarkan
Kemampuan berkomunikasi sejalan dengan keterampilan mendengarkan. Seorang guru berprestasi tidak sungkan untuk berdiskusi mengenai satu topik dengan murid-muridnya dan mendengarkan pendapat mereka. Dengan begitu, guru dapat lebih memahami perkembangan anak. - Rendah hati
Seorang guru yang baik dan berkualitas bisa dilihat pula dari kerendahan hati yang dia miliki. Seorang guru yang rendah hati tentu akan memperoleh rasa hormat dan kasih sayang dari para siswanya. Siswanya biasanya lebih peduli dan lebih ‘dari hati’ mendengarkan penjelasan dari guru. - Keyakinan
Dalam hal pengembangan diri anak dibutuhkan komitmen yang tidak setengah-setengah. Jika setengah-setengah, anak bisa jadi apatis dan masa bodoh terhadap studi. Bahkan tidak hanya itu, mereka pun bisa berbuat ulah dan galak kepada guru mereka. Untuk itu, sangat penting bagi guru untuk menjaga ketenangan dan kepercayaan diri untuk menangani situasi sulit seperti itu. Bahkan ketika Anda bisa saja berbuat kesalahan, pertahankan harapan dan percaya diri. - Empati atau memahami
Salah satu ciri terpenting lainnya yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah kualitas empati atau pemahaman terhadap siswa-siswanya. Metode pengajaran harus dapat fleksibel. Pun guru sebisa mungkin bisa memandang dari sudut pandangan siswa agar dapat membantu siswa menjadi lebih paham pada apa yang dia ajarkan.
Prestasi Kerja Guru Lewat Menulis
Prestasi kerja guru menurut para ahli bisa dilihat dari tulisan yang pernah dihasilkan oleh guru. Seorang guru dapat dibilang berhasil jika dia sudah punya tulisan yang dipublikasikan kepada masyarakat umum – apapun tulisan itu. Mengapa? Ini dikarenakan dengan menulis maka seorang guru punya kemampuan untuk menjabarkan pemikiran. Jadi bukan hanya siswanya saja yang bisa menikmati tetapi juga masyarakat umum.
Tidak hanya itu, guru yang mampu menghasilkan tulisan berarti bisa dikatakan pula adalah seseorang yang rajin membaca. Bagaimana mungkin seseorang yang tidak rajin membaca bisa menghasilkan tulisan? Dengan membaca tentu seseorang punya pengetahuan baru dan ada ilmu baru sehingga bisa menciptakan ilmu yang lebih baru lagi.
Untuk itu, terdapat berbagai media jurnal pendidikan yang dapat dijadikan wadah bagi para guru guna mengembangkan kemampuan menulis mereka. Guru-guru lain pun bisa menimba dari situ.
