Pemberian ASI Eksklusif sangat Dianjurkan
ASI eksklusif sangat dianjurkan selama bayi berumur 0 – 6 bulan tanpa diberikan makanan atau minuman tambahan. Hal ini dikarenakan terdapat banyak manfaat dari pemberian ASI tersebut.
Beberapa penelitian telah menyebutkan mengenai manfaat tersebut, misalnya bayi yang diberikan ASI secara eksklusif lebih jarang terkena pneumonia atau radang paru, selain itu juga 47 persen lebih jarang mengalami diare atau mencret.
Hanya saja tingkat pemberian ASI secara eksklusif di Indonesia masih terbilang rendah. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan mengenai manfaat ASI. Belum lagi lebih gencarnya promosi mengenai susu formula dibandingkan dengan ASI. Padahal untuk jangka panjang maupun jangka pendek, ASI benar-benar akan memberikan pengaruh terbaik bagi anak.
Mengenal Manfaat ASI
Telah dibuktikan dengan berbagai penelitian bahwa banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh ketika ibu menyusui bayi mereka. Berikut beberapa manfaat pemberian ASI:
- Dapat menghindarkan bayi dari kekurangan gizi dan vitamin.
- Mengurangi risiko terkena kencing manis.
- Mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah
- Mengurangi kemungkinan terkena penyakit menahun misalnya penyakit pada usus besar.
- Daya tahan lebih kuat dan kemungkinan besar akan terhindar atau jarang terkena alergi.
- Bisa mengurangi kemungkinan terkena asma
- Meningkatkan kecerdasan otak
- Mengurangi kemungkinan terkena infeksi E. Sakazakii yang terdapat pada susu formula yang tercemar.
- 16, 7 persen lebih jarang terkena pneumonia atau radang paru
- Lebih jarang terkena risiko dirawat karena sakit yang dialami pada saluran pernafasan dibandingkan dengan bayi yang mengkonsumsi susu formula.
- Lebih jarang terkena kanker anak.
Pemberian ASI di Indonesia masih rendah
Sayangnya pemberian ASI secara eksklusif di Indonesia masih belum memuaskan. Menurut data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2010 menyebutkan baru terdapat 33, 6 persen bayi berumur 0 – 6 bulan yang memperoleh ASI secara eksklusif. Sedangkan menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskeda) 2010 menyebutkan hanya 15,3 persen bayi berumur kurang dari 6 bulan yang memperoleh Air Susu Ibu secara eksklusif.
Masih belum sadarnya mengenai pemberian ASI secara eksklusif karena masih minimnya promosi mengenai pentingnya pemberian ASI justru promosi susu formula jauh lebih gencar. Di ruang publik maupun tempat umum masih minim diberikan tempat khusus untuk menyusui sehingga membuat para ibu kesulitan untuk menyusui bayi mereka ketika sedang berada di tempat umum.
Bagi para ibu pekerja tidak semua tempat kerja mereka menyediakan tempat khusus untuk memerah susu bagi bayi mereka. Selain itu belum banyak jasa yang membantu mengantarkan ASI dari para ibu pekerja kepada bayi mereka yang berada di rumah. Padahal ASI eksklusif sangat memiliki peran penting bagi perkembangan jangka pendek maupun panjang bayi tersebut.
