Gizi Balita yang Seimbang Penting untuk Pertumbuhan
Gizi balita harus diberikan secara seimbang karena akan berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang balita Anda. Proses tumbuh kembang tidak hanya berhubungan dengan perkembangan fisik namun juga mental dan intelektual.
Agar proses tersebut dapat berjalan secara optimal maka balita harus terpenuhi gizinya. Dan kunci asupan gizi untuk balita Anda yang terbaik adalah dengan diberikan makanan sehat dan bervariasi. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan perkembangan kecerdasan dan pertumbuhan fisik optimal diperlukan komposisi makanan yang terdiri 55-57 persen karbohidrat, 20-30 persen lemak dan 13-15 persen protein agar gizi pada balita Anda dapat terpenuhi.
Mengenal tiga kebutuhan pokok balita
Untuk memperlancar proses tumbuh kembang balita maka tiga kebutuhan pokok gizinya harus terpenuhi. Ada tiga rangkaian kebutuhan pokok balita yang harus terpenuhi, antara lain :
- Rangkaian pertama adalah kebutuhan fisik-biologis yang terdiri dari kebutuhan nutrisi berupa ASI, makanan pengganti ASI, imunisasi dan kebersihan fisik serta lingkungan.
- Rangkaian kedua yaitu kebutuhan emosi yang berupa kasih sayang, rasa aman dan nyaman, perasaan dihargai, diperhatikan, dan didengarkan keinginan serta pendapatnya. Kebutuhan ini berpengaruh pada kemandirian dan kecerdasan emosional anak.
- Rangkaian ketiga adalah kebutuhan akan stimulasi mencakup aktivitas bermain yang mampu merangsang semua indra, mengasah motorik halus dan kasar. Selain itu juga mampu melatih ketrampilan melakukan komunikasi, mandiri, berfikir, dan kreatif. Hal-hal tersebut harus diberikan sejak dini karena berpengaruh terhadap multiple intelligences atau ragam kecerdasan.
Memperhatikan Asupan Gizi yang diberikan
Ketiga kebutuhan pokok yang disebutkan sebelumnya tersebut saling terkait untuk mencapai perkembangan otak dan pertumbuhan anak secara optimal. Asupan gizi yang diberikan harus selalu diperhatikan terutama pada lima tahun pertama karena berpengaruh terhadap perkembangan selanjutnya.
Pemberian gizi dimulai dengan pemberian ASI secara eksklusif minimal usia 0-6 bulan. Kemudian bayi memperoleh ASI dan makanan pengganti ASI. Saat memberikan makanan pengganti ASI jangan lupa perhatikan gizi dan nutrisi yang ada. Pemberian gizi dan nutrisi melalui ASI dan makanan tambahan juga harus didukung dengan kebersihan diri dan lingkungan.
Jika sudah melalui usia dua tahun maka pemberian ASI bisa dihentikan dan diganti dengan pemberian susu formula. Nah, dalam pemberian susu formula tersebut pastikan komposisi yang ada di dalamnya misalnya DHA, AA, Sialic Acid, protein, mineral, vitamin, dan lainnya. Karena susu tidak hanya sebagai salah satu sumber tenaga bayi Anda namun juga sebagai salah satu sumber zat-zat penting yang diperlukan untuk perkembangan otak dan fisik bayi Anda.
Gizi balita yang terpenuhi dapat menghindarkan balita Anda dari gizi buruk atau kekurangan energi dan protein tingkat berat akibat kurang mengkonsumsi makanan yang bergizi.
