Bahayanya Mengkonsumsi Telur Setengah Matang
Emilia Achmadi M.Sc. adalah seorang konsultan nutrisi menilai telur sebenarnya merupakan sumber protein yang cukup baik. Bagian kuningnya memberikan asupan sejumlah vitamin di antaranya A, B, D, dan E serta mineral yang bermanfaat seperti zat besi. Tetapi, telur yang dikonsumsi dalam kondisi tidak matang maupun setengah matang, dapat berbahaya bagi tubuh. Karena, telur mentah dapat terkontaminasi oleh bakteri Salmonella, yang akan mengakibatkan diare, mual, muntah-muntah, maupun keram perut.
Bakteri Salmonella
Salmonella merupakan suatu marga bakteri enterobakteria gram-negatif yang memiliki bentuk seperti tongkat yang mengakibatkan tifoid, paratifod, serta penyakit foodborne. Sejumlah spesies Salmonella mampu bergerak bebas dan memproduksi hidrogen sulfida. Salmonella diberi nama dari Daniel Edward Salmon, seorang ahli patologi Amerika, meskipun sesungguhnya, rekannya yang bernama Theobald Smith (terkenal atas hasilnya pada anafilaksis) yang menemukan bakterium pertama kali pada tahun 1885 di tubuh seekor babi.
Salmonella merupakan penyebab utama penyakit yang tersebar melalui makanan. Secara umum, varian Salmonella mengakibatkan penyakit pada organ-organ pencernaan. Penyakit yang diakibatkan oleh bakteri Salmonella dinamai salmonellosis. Beberapa ciri orang yang terjangkit salmonellosis di antaranya diare, keram perut, serta demam dalam 8 hingga 72 jam susudah mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi oleh bakteri ini. Gejala yang lain di antaranya demam, mual, muntah-muntah, dan sakit kepala. Tiga varian utama dari jenis S. enterica yaitu S. typhi, S. typhimurium, serta S. enteritidis. S. typhi mengakibatkan sakit demam tifus, sebab invasi bakteri masuk ke dalam pembuluh darah dan gastroenteritis, yang diakibatkan oleh keracunan terhadap makanan. Gejala demam tifus mencakup demam, mual, muntah dan yang paling parah adalah kematian. S. typhi mempunyai keunikan yaitu hanya menyerang manusia, dan tidak terdapat inang (organisme yang menampung parasit atau virus) lain. Infeksi bakteri Salmonella dapat mempunyai akibat yang cukup fatal pada bayi, balita, ibu hamil berikut kandungannya dan orang lanjut usia. Kondisi tersebut dikarenakan sebab kecilnya tingkat kekebalan tubuh yang mereka miliki. Kontaminasi bakteri Salmonella bisa dicegah dengan cara di antaranya menjaga kebersihan terhadap makanan yang akan dikonsumsi dan mencuci tangan sebelum makan.
Untuk menumbuhkan bakteri Salmonella bisa digunakan berbagai jenis media, di antaranya adalah Hektoen Enteric Agar (HEA yaitu media selektif-diferensial yang tergolong selektif sebab terdiri atas bile salt yang berfungsi untuk mencegah pertumbuhan bakteri gram yang positif serta sejumlah bakteri gram negatif, jadi diharapkan yang tumbuh hanya bakteri Salmonella). Media lainnya yang bisa digunakan adalah bismuth sulfite agar, SS agar, xylose-lisine-deoxycholate (XLD) agar, dan brilliant green agar. Media ini diklasifikasikan menjadi media diferensial sebab mampu membedakan Salmonella dengan bakteri yang lain dengan metode memberikan tiga macam karbohidrat pada media, di antaranya glukosa, salisin, dan laktosa, dengan komposisi yaitu laktosa yang jumlahnya paling tinggi. Bakteri Salmonella tidak mampu memfermentasi jenis karbohidrat laktosa, jadi asam yang diproduksi hanya sedikit sebab hanya bersumber hanya dari fermentasi glukosa. Kondisi tersebut mengakibatkan koloni Salmonella akan memiliki warna hijau-kebiruan sebab asam yang diproduksinya bereaksi dengan indikator yang terdapat pada media HEA, yakni fuksin asam dan bromtimol blue.
Saran
Konsumsilah telur yang telah dimasak hingga benar-benar matang, sebab pemanasan yang menggunakan temperatur tinggi mampu membunuh bakteri Salmonella. Anda tidak perlu khawatir bahwa nutrisi telur akan menurun setelah dimasak hingga matang. Bahkan, temperatur tinggi dapat membantu proses denaturalisasi terhadap protein sehingga da[at lebih mudah dicerna oleh tubuh.
