Nilai Gizi dari Topping Mie Instan, Sawi sampai Kornet
Mie instan adalah salah satu makanan yang praktis, mudah dibuat, dan juga enak. Banyak orang yang hanya memakan mie tanpa menambahkan bahan tambahan. Mie memang enak walaupun dimakan tanpa tambahan apapun. Namun, banyak yang lebih suka menambahkan macam-macam bahan tambahan untuk membuatnya lebih nikmat lagi.
Bahan tambahan tersebut bisa ditambahkan setelah mie sudah matang, ataupun bersamaan dengan proses masaknya. Cara untuk menambahkan topping pada mie instan dapat mempunyai dampak yang baik maupun yang buruk. Anda bisa memperkaya nutrisi pada mie instan, namun ada beberapa cara juga yang malah memperburuk nutrisi yang terdapat pada mie instan.
Nah, kalau anda suka menambahkan bahan apa saja pada kreasi topping mie instan anda? Jangan sampai cara yang anda sering lakukan malah makin memperburuk kandungan gizi yang berada pada mie instan. Berikut ini adalah nilai gizi topping mie instan, yuk sama-sama kita simak!
- Telur
Telur adalah salah satu bahan tambahan terfavorit untuk pembuatan topping pada mie instan. Ayam negeri dengan berat 100 gram dapat mengandung 0,7 gram karbohidrat, 154 kalori, 10,8 gram lemak, dan 12,4 gram protein. Biasanya, telur direbus tanpa cangkang atau dipoach untuk disajikan bersama mie. Anda juga bisa menambahkan telur rebus setelah mie siap dihidangkan atau memasukkan telur kocok saat proses memasak mie. Untuk mie goreng, telur dapat disajikan dalam bentuk orak-arik, ceplok, maupun dadar. - Kornet
Untuk membuat sajian mie lebih nikmat dan juga berprotein, sebaiknya anda menambahkan kornet pada mie anda. Anda bisa mendapatkan 6 gram lemak, 289 kalori, dan juga 32 gram protein dalam 100 gram kornet. Abon, sosis, dan bakso adalah olahan daging yang lainnya yang tentu saja bisa ditambahkan pada sajian mie. - Keju
Untuk membuat mie rebus dengan kuah creamy dan mie goreng yang gurih, anda bisa menambahkan keju. Biasanya, keju parut per 100 gram mengandung 13,1 gram karbohidrat, 326 kalori, 20,3 gram lemak, dan juga 22,8 gram protein. - Sawi
Dalam semangkuk mie, tambahan serat sangatlah dibutuhkan. Maka dari itu, memakai caisim maupun sawi adalah pilihan yang tepat. Per 100 gram, sawi dapat mengandung 3,4 gram karbohidrat, 20 kalori, 1,7 gram protein, dan 0,4 gram lemak. Jika anda suka, anda juga bisa menambahkan sayuran lain seperti kol, brokoli, dan bokchoy. - Cabai Rawit
Untuk menambah nafsu makan, anda bisa menambahkan irisan cabai rawit di atas mie instan. Cabai rawit mengandung 19,9 gram karbohidrat, 120 kalori, 4,7 gram protein, dan 2,4 gram lemak per 100 gramnya. - Kecap
Mie goreng dengan ekstra kecap manis mungkin akan menambah ragam rasa pada semangkuk mie. Anda akan mendapatkan 1,3 gram lemak, 71 kalori, 9 gram karbohidratm dan juga 5,7 gram protein pada setiap 100 gram penambahan kecap manis. Sebagai penambah rasa, anda juga dapat menambahkan minyak wijen, saus sambal, sedikit merica, dan juga perasan jeruk nipis. - Kerupuk dan Nasi
Sebagian orang lebih senang menyantap mie bersama dengan nasi dan kerupuk. Sayangnya, hal ini malah dapat berisiko pada masalah berat badan. Terkandung 39,8 gram karbohidrat, 180 kalori, 0,3 gram lemak, dan juga 3 gram protein didalam 100 gram nasi. Sama dengan mie, kerupuk yang terbuat dari tepung terigu juga merupakan sumber karbohidrat. Makanya banyak ahli gizi menganjurkan jangan mengkonsumsi mie instan bersama semangkok nasi dan krupuk, karena akan menambah berat badan, dan tentunya membuat tubuh anda tidak langsing lagi.
