You are here: Home Bisnis Cara Pembudidayaan Jamur Kuping

Cara Pembudidayaan Jamur Kuping

Jamur kuping dengan nama Latin Auricularia auricula merupakan salah satu keluarga jelly fungi, yang termasuk kelas Basidiomycota. Jamur ini memiliki tekstur jelly yang cukup unik.

Disebut jamur kuping sebab bentuk tubuh tumbuhan tersebut yang melebar, layaknya daun telinga manusia. Secara umum warnanya hitam dan cokelat kehitaman. Namun, ada juga yang memiliki warna cokelat tua.

Proses reproduksi jamur ini dengan vegetatif yaitu membentuk tunas, dengan konidia, serta fragmentasi miselium. Dan secara generatif, dilaksanakan dengan alat yang disebut basidium. Lalu Basidium berkumpul di tubuhnya yang disebut basidiokarp. Kemudian, memproduksi spora yang disebut basidospora.

Tumbuhan ini mengandung gizi dan nutrisi yang cukup banyak di antaranya air, lemak yang mencapai 72%, protein, serat, karbohidrat, abu, dan nilai energinya mencapai 351 kalori.

Jamur kuping cukup baik untuk kesehatan manusia. Di antaranya untuk mengurangi derita panas dalam. Di samping itu, tumbuhan ini berguna sebagai pencegah zat-zat beracun yang terkandung dalam makanan. Juga membantu mengatasi hipertensi, wasir, anemia, melancarkan buang air besar, dan membantu mencegah pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.

Jenis jamur kuping yang memiliki warna cokelat di atas tubuh buah dan warna hitam di bagian bawah tubuh buah, dengan ukuran tubuh buah kecil, merupakan jenis jamur kuping yang sangat punya nilai bisnis. Jamur kuping merupakan salah satu jenis jamur konsumsi yang bisa dikembangkan dan dibudidayakan.

Teknik Budidaya

Budidaya terdapat berbagai jenis, di antaranya jamur kuping merah, jamur kuping jelly, dan jamur kuping hitam. Tumbuhan ini mampu hidup di dua iklim, yaitu dingin dan musim panas. Tetapi, idealnya jamur kuping mampu tumbuh dengan baik pada suhu antara 28 hingga 35 derajat celcius, dan tingkat kelembapannya 80 hingga 90 persen.

Berikut ini tahapan budidaya Jamur Kuping:

  1. Persiapan Bibit
    Siapkan bibit yang memiliki kualitas unggul. Ini penting untuk memproduksi panen yang lebih maksimal. Untuk skala industri besar, sebaiknya mengembangbiakkan bibit murni untuk memperoleh bibit jamur F1. Sedangkan skala rumah tangga, cukup hanya dengan membeli bibit jamur yang sudah siap pakai, yakni bibit F4.
  2. Membuat Media Tanam
    Buatlah media tanam yang sesuai dengan habitat asli dari tumbuhan ini. Biasanya yang banyak dipilih yaitu berbentuk baglog (Media siap panen) yang dicampur serbuk gergaji kayu berkisar 85 hingga 95 persen, bekatul berkisar 10 hingga 15 persen, kapur berkisar 1 hingga 2 persen, dan kadar air berkisar 50 sampai 70 persen.
  3. Fermentasi
    Lakukan proses fermentasi secara tertatur. Anda bisa melakukannya 3 sampai 5 hari, sampai suhu media meningkat jadi 70 derajat celcius. Lakukan pembalikan setiap 2 sampai 3 kali sehari, selama proses fermentasi ini. Media tanam yang akan digunakan pastikan mengalami perubahan warna jadi kehitaman atau cokelat.
  4. Sterilisasi Media
    Kemudian masukkan media ke dalam plastik yang dapat menahan panas. Pukul-pukullah dengan menggunakan botol bekas atau dipres untuk memadatkannya, hingga plastik mirip baglog. Pasanglah cincin di atas plastik dan ditutup menggunakan kapas untuk menghindari baglog kemasukan air ketika sterilisasi. Kemudian, baglog di-uapi menggunakan suhu berkisar antara 95 hingga 120 derajat celcius, selama 6 sampai 8 jam.
  5. Inokulasi atau Penanaman
    Penanaman dapat dilakukan sesudah suhu baglog normal kembali. Sebelum dilakukan penanaman, semprotkan alkohol 70 persen pada kedua telapak tangan. Kemudian, panaskan tongkat besi di atas api spritus. Bersihkan botol bibit dengan alkohol supaya steril, bukalah tutup kapas baglog saat berada di atas api spirtus. Kemudian lakukan pemasukan bibit jamur dengan menggunakan stik besi yang telah disterilkan ke dalam baglog. Hal ini untuk menghindari gangguan pertumbuhan miselium organisme lain. Sesudah bibit jamur ditanam, tutuplah kembali baglog dengan menggunakan kapas.
  6. Inkubasi
    Lakukan proses inkubasi selama 4 hingga 8 minggu dengan suhu antara 28 hingga 35 derajat celcius. Aturlah tingkat kelembapannya sekitar 80 persen dan beri penerangan dengan lampu pijar 60 watt. Jika setelah 5 minggu proses ini belum terdapat tanda-tanda pertumbuhan miselium, dapat dianggap gagal.
  7. Pemindahan Baglog
    Pindahkan baglog ke ruang kumbung jamur yang telah disiapkan. Kemudian, baglog diberi lubang dengan silet steril. Sirami selama 2 hingga 4 kali setiap hari, dan baglog diatur dengan rapi.
  8. Pemanenan
    Lakukan pemanenan dengan mencabut jamur berikut akar-akarnya. Usahakan jangan sampai terdapat akar yang tertinggal. Jika akar tertinggal dapat menghambat pertumbuhan jamur berikutnya.

Budidaya jamur kuping cukup mudah dilakukan dan dapat menghasilkan banyak manfaat. Pada budidaya tumbuhan ini, yang utama perlu dilakukan adalah menjaga agar jamur tetap lembab, menjaga kebersihan baglog, juga tempat untuk menyimpan jamur.

Komentar Anda untuk
Cara Pembudidayaan Jamur Kuping

Leave a Reply

Cari Artikel

Bookmark Kami

Kategori

Statistik

Tulisan Terkait

  • Tempat Wisata Thailand

    Mengunjungi Tempat Wisata yang Paling Populer di Thailand
    baju yang berhias perak dan yang terakhir suku Palong yang menindik kuping mereka dan memakai.

  • Cara Membuat Mie

    Cara Membuat Mie Khas Jepang
    bawang diiris kasar 2 buah jamur hioko dipotong tangkainya 50 gram wortel diiris tipis 100 gram.

  • Tips Menyimpan Buah

    Tips Menyimpan Buah yang Baik dan Benar
    busuk jika disimpan dalam keadaan lembab karena dicuci Mengapa demikian Karena jamur sangat.

  • Manfaat Daun Sirih

    Sirih Fitofarmaka Populer Dan Multiguna
    jamur Manfaat daun sirih yang utama adalah sebagai antioksidasi dan fungisida Sifat daun dari.

Sitemap