Sifat Wanita Yang Membuat Sukses Pria
Dalam penggambaran dua gender manusia, pasti ada istilah yang sering di dengar yaitu, pria dari Mars dan wanita dari Venus. Itulah yang membuat kaum wanita dan pria mempunyai sifat yang berbeda pula. Agar dapat sukses dalam kehidupan dan karir, wanita seringkali didorong agar dapat berpikir layaknya pria. Sifat pria seperti egois, tegas, dan juga ambisius sering dihubungkan dengan sifat yang terbukti membuat sukses.
Namun, John Gerzema dan Michael D’Antonio menulis sebuah buku yang menyangkal hal tersebut. Buku tersebut berjudul Athena Doctrine, dan di dalamnya berisi bahwa pemikiran feminine seorang wanitalah sebagai faktor utama pendukung sebuah kesuksesan. Dalam buku tersebut ada kutipan yang berkata bahwa kehidupan dan dunia menjadi lebih baik karena ada orang-orang yang menyebarkan nilai-nilai dan pemikiran feminine.
Apakah yang mendorong D’Antonio dan Gerzema menulis kesimpulan seperti itu? Dalam proses pembuatan bukunya, mereka berdua telah melakukan survey dari 64.000 orang dengan berbagai ras dan benua di seluruh dunia. Peserta survey tersebut ditanyai tentang segala hal yang membuat mereka memiliki kehidupan bermakna dan bahagia.
Dari survey tersebut, maka terdapatlah kesimpulan bahwa semua orang dari bermacam-macam ras dan benua memiliki kekhawatiran terhadap institusi yang terlalu berkuasa dan beresiko menciptakan kehidupan dalam masyarakat yang tidak adil. Dan dibalik dari semua kekhawatiran tersebut adalah kaum pria.
Dunia lebih baik jika saja pria dapat berpikir lebih seperti perempuan, begitulah yang diungkapkan oleh hampir 66 persen orang di Eropa, Amerika Selatan, dan juga Asia. Bahkan, perilaku laki-laki di berbagai negara tidak begitu memuaskan, menurut 57 persen orang dewasa di seluruh dunia.
Mail Online mengutip kata-kata Gerzema bahwa pria yang berpikir lebih seperti kaum perempuan akan membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik, dan itu semua adalah kesimpulan dari dua pertiga orang di seluruh negara.
Dari survey yang di lakukan terhadap 32 ribu orang, ada beberapa ciri-ciri dari sifat feminine dan maskulin. Kompetitif, sombong, workaholic, angkuh, agresif, ambisius, egois, dan berani adalah ciri dari sifat maskulin dominan.
Sementara itu, dapat dipercaya, rendah hati, jujur, berorientasi keluarga, sensitif, kreatif, dan mampu beradaptasi adalah ciri sifat feminine dominan. Selain itu, ada beberapa lagi sifat wanita yang membuat sukses, yaitu kasih sayang, sabar, teliti, peka, memotivator, pintar berkomunikasi, tekun, dan bersyukur.
Dan akibatnya, dibandingkan dengan paradigma tradisional maskulin di masa lalu, kepemimpinan yang mempunyai dan memuat pemikiran dan nilai-nilai feminine lebih populer.
Ada baiknya jika wanita dan pria masa kini mengadopsi gaya fleksibilitas dan kerjasama, serta lebih inovatif dalam mengusung struktur yang mendidik, fleksibel, dan kolaboratif.
Mulai sekarang, kaum pria harus berani melepaskan diri dari struktur traditional dan harus percaya bahwa sifat wanita membuat sukes dengan mulai berpikir seperti wanita. Ambillah sifat yang baik dari wanita dan kolaborasikan dengan sifat pria yang perkerja keras, tidak pantang menyerah, dan juga berani.
Dengan sifat wanita yang membuat sukses, itu merupakan solusi yang tepat untuk memecahkan masalah terberat dalam pemerintah, bisnis, dan pendidikan, menurut Gerzema dan D’Antonio.
Maka tidak salah pepatah yang berbunyi “Di balik pria yang sukses pasti ada wanita yang kuat”. Jadi, wanita bukanlah sosok yang sekedar bertugas mengurusi rumah tangga. Faktanya, sifat wanita dapat membuat sukses.
