Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Perusahaan
Manajemen sumber daya manusia yang dapat disingkat menjadi MSDM sebuah perusahaan mutlak diperlukan karena subjek-subjek ini berperan dalam roda perusahaan. Perusahaan dapat bergerak tentu dengan adanya sumber daya manusia.
Maka dari itu setiap perusahaan pasti punya sistem manajemen sumber daya manusia perusahaan baik dalam kualifikasi tertentu mengenai proses rekruitmen pegawai baru dan lainnya.
Tidak hanya di perusahaan saja, sumber daya manusia punya peran penting dalam hal maju-mundurnya sebuah lembaga. Sumber daya manusia sendiri adalah manusia yang bekerja di sebuah lingkungan organisasi. Kita pasti sudah mengenal istilah pekerja, personil atau tenaga kerja ataupun karyawan. Nah inilah yang mencakup sumber daya manusia tersebut. Sedangkan, manajemen sumber daya manusia menurut Mary Parker Follet memberikan definisi sebagai berikut:
“MSDM merupakan suatu seni guna mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui berbagai pengayuran orang-orang lain untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan yang dibutuhkan, atau dengan kata lain orang-orang lain itu tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.”
Jadi, mananjemen sumber daya manusia adalah serangkaian kegiatan yang telah disusun sedemkian rupa guna mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Untuk itu, diperlukan beberapa cara yang bisa mengelola sumber daya manusia ini.
Pendekatan Sumber Daya Manusia
Setidaknya ada 3 cara pendekatan dalam hal manajemen sumber daya manusia yang perlu diketahui:
- Pendekatan secara mekanis
Sering kali sekarang perusahaan sudah menggunakan berbagai fungsi teknologi sehingga ini menjadi ancaman tersendiri bagi para karyawan. Apalagi jika dulunya perusahaan menggunakan pegawai padat karya. Maka dari itu diperlukan pendekatan mekanis guna menanggulangi masalah yang diakibatkan oleh alih fungsi teknologi tersebut. - Pendekatan secara paternalisme
Konsep pendekatan ini berkaitan dengan hubungan yang dinamis seperti layaknya hubungan ayah dengan anaknya yang bersifat melindungi. Pendekatan secara paternalisme ini punya ciri:- Penyelenggaraan sebuah program disusun oleh manajemen pegawai yang tidak berdasarkan pada manfaat dari program tersebut.
- Penyelenggaraan program disusun dan semata-mata berada pada pihak manajemen hanya sebagai penentu kebijakan.
- Pendekatan sistem sosial
Pendekatan ini termasuk pendeketan yang kompleks dengan segala tata aturan yang dijadikan dasar berjalannya sebuah sistem perusahaan. Ketiga pendekatan yang sudah disebutkan ini dapat diaplikasikan sesuai dengan kebijakan dan keadaan pihak manajemen perusahaan.
Tantangan Manajemen Sumber Daya Manusia
Namun bukan berarti sistem manajemen sumber daya manusia ini tidak punya tantangan. Setidaknya ada 3 kategori tantangan yang dihadapi oleh perusahaan guna mengelola SDM:
- Tantangan intern
Tantangan ini berasal dari organisasi perusahaan itu sendiri baik dari pihak manajemen taaupun pegawai. Untuk mengatasinya maka Anda bisa mengambil langkah:- Meningkatkan pengawasan untuk mencegah munculnya masalah dan jika muncul bisa diselesaikan secepatnya serta tidak berlarut-larut.
- Aktif segera mengambil langkah pengamanan. Ini berguna agar masalah tidak melebar dan lepas kendali.
- Perusahaan butuh manajer yang mampu bekerja menghadapi kompetisi dengan pesaing bisnis.
- Tantangan eksternal
Tantangan ini berasal dari pihak luar yang dapat memengaruhi kegiatan bisnis perusahaan. Hal ini tentu berpengaruh secara langsung atau tidak. Beberapa yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah:- Melakukan pengawasan terhadap perkembangan bisnis dari berbagai sumber informasi secara kontinu.
- Cepat merespon informasi bisnis dengan cara analisis dan kemudian memberikan tanggapan untuk pengembangan perusahaan, mempertahankan dan / atau menghentikan kebijakan manajemen SDM yang sedang berjalan.
- Tantangan personal
Tantangan personal dititikberatkan pada profesionalitas yang dipunya oleh pegawai ketika bekerja. Maka dari itu, perusahaan dapat memotivasi pegawainya agar daapt memberikan prestasi terbaik bagi perusahaan. Kemudian, pihak perusahaan memberikan reward atau feedback positif sesuai dengan tuntutan mereka pada pegawai.
